ROHUL – Senyum cerah penuh kedamaian terpancar dari wajah Bupati Rokan Hulu, Anton, ST, MM, saat berdiri di ambang pintu rumah dinasnya, Kamis (26/3/2026). Didampingi Ketua TP-PKK Ny. dr. Yeni Dwi Putri serta keluarga, ia baru saja kembali dari perjalanan spiritual di Tanah Suci sejak pertengahan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.




Alih-alih beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang, Anton justru membuka lebar pintu rumah dinasnya untuk menggelar open house bersama masyarakat. Baginya, ibadah umroh bukan sekadar perjalanan pribadi, melainkan momentum untuk “mengisi ulang” batin sebelum kembali mengabdi kepada masyarakat Bumi Seribu Suluk dengan hati yang lebih jernih.

Sejak pagi hari, suasana di kediaman dinas Bupati sudah dipadati warga. Atmosfer yang biasanya formal berubah menjadi hangat dan penuh keakraban. Gelak tawa dan sapaan ramah menghapus sekat antara pejabat dan masyarakat. Warga dari berbagai kalangan hadir, mulai dari tokoh masyarakat hingga keluarga yang membawa anak-anak dengan pakaian lebaran sederhana.

Mereka datang dengan satu tujuan: bersilaturahmi, sekaligus menyambut kepulangan pemimpin mereka di momen penuh kemenangan.

“Ibadah di Mekkah dan Madinah mengajarkan saya tentang kesetaraan. Di hadapan Tuhan, kita semua sama. Maka di rumah ini, saya ingin semua warga merasa memiliki ruang yang sama untuk bersilaturahmi,” ungkap Anton di sela-sela menyambut tamu.

Yang membuat suasana semakin istimewa, Anton tidak menempatkan dirinya sebagai “orang nomor satu” di Rokan Hulu, melainkan sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat—seorang abang, ayah, dan sahabat. Ia tampak membaur tanpa sekat, menyalami warga dengan penuh hormat, bahkan membungkuk saat menyapa orang tua serta mengusap kepala anak-anak yang malu-malu saat diajak berfoto.

Keramahan tersebut terasa tulus, bukan sekadar formalitas. Ia terlihat menikmati setiap percakapan ringan, mendengarkan cerita warga, hingga menerima doa-doa yang dipanjatkan untuk kepemimpinannya.

Momentum open house ini sekaligus mencerminkan gaya kepemimpinan Anton yang mengedepankan kedekatan dengan masyarakat. Ia meyakini bahwa kebijakan yang baik lahir dari pemimpin yang mau mendengar langsung suara rakyat di tengah kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penguat stabilitas sosial di tengah keberagaman masyarakat Rokan Hulu. Silaturahmi dinilai sebagai perekat utama dalam menjaga persatuan dan kebersamaan.

Kepulangannya dari ibadah umroh pun membawa semangat baru dalam menjalankan roda pemerintahan. Energi spiritual yang didapatkan di Tanah Suci diharapkan mampu mendorong pembangunan daerah dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Hingga siang hari, arus kedatangan warga terus mengalir tanpa henti. Namun suasana justru semakin hangat, mencerminkan kuatnya ikatan emosional antara pemimpin dan masyarakat. Momen ini menjadi bukti bahwa komunikasi terbaik tidak selalu terjadi di ruang rapat, tetapi juga dalam suasana santai penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah, tali silaturahmi ini adalah berkah. Persatuan inilah yang menjadi modal utama kita untuk membangun Rokan Hulu yang lebih maju dan sejahtera,” tegas Anton dengan mata berbinar.

Ia pun menutup kegiatan hari itu dengan pesan sederhana namun mendalam: pembangunan fisik yang megah tidak akan berarti tanpa keharmonisan hati dan persatuan masyarakat.


Sumber : Kominfo
Editor    : Irfan Syah 

Post a Comment

أحدث أقدم