ROHUL - Anggota Kehormatan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rokan Hulu, Ir. Fachruddin Siregar, S.T., M.T., mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) 2026 Pengurus Komisariat PMII Institut Sains Al Qur’an (ISQ) Syekh Ibrahim.




Fachruddin menilai kegiatan kaderisasi yang digelar di Sekretariat Muslimat NU Kepenuhan Hulu, Minggu (19/10/2026), memiliki arti penting dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan zaman.


MAPABA 2026 mengangkat tema "Transformasi Kader Ulul Albab di Era Digital yang Kritis, Adaptif dan Solitif". Menurut Fachruddin, tema tersebut relevan dengan tantangan generasi muda yang kini berhadapan dengan derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi.


"Kader PMII tidak cukup hanya memiliki pemahaman keagamaan dan ideologi organisasi. Kader juga harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, menyaring informasi dan menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat," ujar Fachruddin.


Ia menegaskan, MAPABA seharusnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kegiatan tersebut harus menjadi pintu masuk bagi kader baru untuk membangun tradisi belajar, berdiskusi, berorganisasi dan mengabdi kepada masyarakat.


"MAPABA merupakan pintu awal kader mengenal nilai-nilai perjuangan PMII. Saya berharap proses ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan belajar, berdiskusi dan berorganisasi secara konsisten," katanya.


Fachruddin juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada panitia, pengurus komisariat, senior, alumni, pemateri serta seluruh peserta yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.


"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan MAPABA ini. Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama dan menunjukkan bahwa semangat kaderisasi PMII di Rokan Hulu terus tumbuh," ujarnya.


Sementara itu, MABINCAB PMII Rokan Hulu Muhammad Akbar Hermawan menilai era digital merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kader PMII. Karena itu, kader dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis dan bijak dalam menyikapi informasi.


"Kader PMII hari ini harus kritis terhadap informasi, adaptif terhadap teknologi, dan solitif dalam memberikan solusi untuk umat dan bangsa. Itulah esensi Ulul Albab," kata Muhammad Akbar.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi fundamental PMII, di antaranya Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), ke-PMII-an dan ke-Indonesiaan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi pembaiatan sebagai tanda diterimanya peserta menjadi bagian dari keluarga besar PMII.


Fachruddin berharap kader baru mampu menjaga nama baik organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


"Jadilah kader yang kritis, adaptif dan solitif. Kuasai teknologi, tetapi jangan kehilangan jati diri. Pegang teguh nilai agama, kebangsaan dan ideologi PMII," pesannya.


Ia berharap MAPABA 2026 menjadi awal lahirnya kader Ulul Albab yang memiliki kedalaman spiritual, keluasan intelektual, integritas serta kepedulian sosial.


"Semoga dari MAPABA ini lahir kader-kader yang mampu menjadi penggerak perubahan, memberikan manfaat bagi masyarakat dan terus menjaga marwah PMII," tuturnya.***


Editor  : Irfan Syah 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama